Menurut Marzuki, reshuffle konkret di tangan SBY. Sebab hal itu merupakan kewenangan presiden. "Kalau ada yang ngomong (selain SBY), nggak usah didengar. Kalau ada anggota Dewan Pembina yang ngomong itu mungkin pengamatan dia, sah-sah saja," ujar Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/9/2010). Yang dia maksud adalah Ahmad Mubarok, yang mencium ada 1 hingga 5 menteri terancam digusur.
Bagi pria yang juga Ketua DPR RI ini, bila terjadi reshuffle maka hal itu bukanlah orkestrasi politik. Ditegaskannya, reshuffle adalah kewenangan presiden, karena hanya presidenlah yang berwenang mengevaluasi kerja para pembantunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, lanjut Marzuki, dia tidak bermasalah dengan menteri-menteri yang duduk dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Dia mengakui, suka dengan menteri-menteri SBY.
"Kalau mungkin ada yang mengajukan reshuffle karena tidak suka dengan menterinya bisa saja," tutupnya.
(vit/nrl)











































