"Dengan sepenuh hati dan tanpa ragu-ragu, saya mengecam aksi tidak terhormat dan tercela
ini," kata Hillary dalam acara buka puasa bersama tahunan Deplu AS di Washington DC pada 7 September lalu, seperti disampaikan dalam siaran pers Kedubes AS, Kamis (9/9/2010).
Hillary mengungkapkan, kecaman atas tindakan pembakaran itu juga datang dari para pemuka agama dan kepercayaan, dari mulai kelompok Kristen Evangelist, rabi yahudi, dan juga pemimpin
sekuler lainnya serta orang-orang berpengaruh di Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menceritakan sebuah kejadian, bahwa di tahun 1790, Gorge Washington menulis surat pada sebuah sinagog di Newport, Rhode Island, yang menyebutkan bahwa AS tidak akan
memberikan sanksi untuk sebuah kefanatikan dan tidak akan ada bantuan untuk sebuah penganiayaan.Β Β Β
"Saya yakin dengan sepenuh hati bahwa sebagian besar penduduk bumi dapat disatukan dalam sebuah
keinginan untuk mewujudkan perdamaian di masa depan," tutupnya.
Seperti ramai diberitakan sebelumnya, Pendeta Jones berencana membakar Alquran pada 11 September. Namun upayanya itu memunculkan banyak kecaman, termasuk dari pejabat di AS.
(ndr/aan)










































