"Saya dengar kabar, dalam perundingan itu yang lebih banyak dibahas justru soal pelemparan tinja. Bukan masalah subtasi sengketa," ujar Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana
Hal ini ia sampaikan dalam diskusi berjudul "Evaluasi Perundingan Kinabalu" di Institut Hijau Indonesia, Jl Bumi Asri, Liga Mas Perdatam, Pancoran, Jakarta Timur, Rabu (8/92010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai sekarang Malaysia belum meminta maaf terkait perlakuannya kepada 3 petugas kita. Itu karena kita disudutkan pada persoalan tinja, dan itu sebenarnya hanya ekses, bukan persoalan dasar,"tambahnya.
Tidak dibalasnya surat Presiden RI oleh Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak hingga saat ini juga mengindikasikan RI sedang dilecehkan oleh negara sempun tersebut.
"Ini penghinaan terhadap negara kita, karena surat dari Presiden hingga kini belum direspon oleh PM Malaysia," imbuh mantan Dekan FH UI ini.
(her/mad)











































