"Harus mencantumkan sesuai tujuan akhirnya. Jangan hanya menjual via-nya saja," ujar Kepala Terminal Bus AKAP Lebakbulus, Ferdinand Karel Wowor kepada wartawan, Senin (6/9/2010).
Dia mencontohkan, seharusnya kota tujuan adalah Semarang-Solo tetapi pihak PO justru mencantumkan Wonosobo dan Purwokerto. Padahal kota-kota tersebut hanya dilintasi, bukan kota tujuan akhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, jika ada PO yang berencana mengalihkan trayek harus meminta izin terlebih dahulu. Jika mengubah trayek secara tidak resmi dikhawatirkan akan terjadi singgungan antar PO.
"Karena trayek masing-masing kota tujuan sudah ada," imbuhnya.
Kenakalan yang dilakukan angkutan lebaran tidak tertutup kemungkinan akan terus terjadi, sehingga dibutuhkan pengawasan secara intensif baik pada trayek maupun penjualan tiket. Sejak H-10 pihak PO sudah diharuskan menyerahkan fotocopy daftar harga tiket.
"Daftar harga tiket harus dikontrol agar tidak terjadi kecurangan kepada penumpang di loket-loket penjualan," tutupnya.
(did/lrn)










































