"Kalian digaji besar...gaji satpam KPK sama dengan gaji kombes atau malah pati...jangan sok jago...kalian juga anak bangsa kalian sendiri!!" tulis politisi PKS ini.
Fahri mengatakan akan mencari pimpinan KPK yang bisa mengerti masalah secara luas. "Percayalah! Kita tidak sedang mencari malaikat...kita cari manusia biasa, ada keberanian dan kuat karakternya..paham masalah secara luas!" tulisnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahri mengatakan saat ini KPK terlalu mencari popularitas sehingga fungsi supervisi dan koordinasi yang diamanatkan undang-undang tidak berjalan.
"Jangan lupa, pimpinan KPK, Bibit-Chandra sudah jadi tersangka. Antasari Azhar juga sudah dipidanakan atas pembunuhan. Makanya saya minta KPK koreksi diri," jelasnya.
Menurutnya, agar bisa memperbaiki lembaga penting seperti ini, perlu dilakukan dengan memberikan kritikan-kritikan yang bisa menyadarkan.
Β
"Saya malah dosa kalau saya memuji-memuji terus. Sekali lagi saya tegaskan ini supaya KPK mengoreksi diri," kata dia.
Fahri juga siap bila harus berdebat dengan publik mengenai hal ini. "Saya siap berdebat dengan publik untuk perbaikan KPK," ujar eksponen 1998 ini.
Kritikan Fahri pada KPK menjadi obrolan hangat di Twitter. Banyak Tweeps yang balas mengkritiknya. Misalnya ada yang balas menulis: @Fahrihamzah disebut oleh Amien Rais dan Rohkmin Dahuri sebagai penerima dana non bujeter Departemen Kelautan dan Perikanan di Pilpres 2004."
Tweep ber-id @binaliah menulis: Nov 2009. Ketika rapat komisi 3 dengan Kapolri tentang rekayasa kasus KPK, @fahrihamzah yang pertama tepuk tangan dukung penjelasan polisi.
Febridiansyah dari ICW juga tak ketinggalan. "Sy kira banyak kader PKS dirugikan dengan citra Anti-KPK dan logika yang melompat Sdr @fahrihamzah padahal sebenarnya menarik diskusi dgnya," tulisnya.
Fahri mengaku membaca semua pengkritiknya. "Semua tweet reply saya baca kok...termasuk @binaliah yang lagi menyelidik saya. Thanks dear, you help me so much," tulisnya. (ayu/nrl)











































