"Calon Kapolri ke depan harus bisa membuktikan rekam jejaknya yang bersih dari praktik korupsi, pelanggaran HAM serius, namun juga punya inisiatif segar dan kenekatan untuk memutus penyakit konvensional di atas," kata Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar dalam siaran pers, Kamis (26/8/2010).
Haris melanjutkan seorang calon Kapolri harus memiliki 4 sifat dasar yakni integritas, akuntabilitas, legitimasi, dan bisa dipercaya. Sikap itu pun harus dikontekstualisasikan dengan situasi empirik pemolisian yang dinilai Kontras secara berkala akrab dengan perilaku korupsi, budaya kerja kekerasan, gamang terhadap tindakan kelompok massa yang menggunakan identitas agama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menjelaskan, sikap tegas juga harus ditunjukkan seorang pimpinan Polri atas dugaan terjadinya korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan di dalam Korps Bhayangkara. Saat ini respons Polri terhadap dugaan mafia peradilan, praktik korupsi, hingga rekening bermasalah perwira tinggi sangat tidak memuaskan.
"Calon Kapolri harus memiliki legitimasi berdasarkan standar normatif dan juga harus bisa membangun kepercayaan baik secara internal ataupun terhadap lembaga negara lainnya," tutupnya.
(ndr/fay)










































