Dua WN Turki Sangkal Terlibat Kasus Hipnosis di Lampung

Dua WN Turki Sangkal Terlibat Kasus Hipnosis di Lampung

- detikNews
Kamis, 26 Agu 2010 14:13 WIB
Jakarta - Polisi menangkap dua orang WN Turki terkait pencurian uang dengan modus hipnosis di sebuah minimarket di Lampung. Salah seorang pelaku hipnosis itu mengaku tidak melakukan perbuatan itu.

"Itu semua bohong!" teriak Mehmet Sahin (19) dalam bahasa Inggris di Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (26/8/2010).

Meski polisi telah memiliki bukti-bukti yang mengaitkan dirinya dengan pencurian itu, Mahmed tetap menyangkal keterlibatannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rupa orang Arab mirip-mirip," katanya menyangkal.

Mahmed ditangkap bersama Yaman Alper alias Saeed Heidarrirad (32). Selama ini mereka berdua tinggal di Hotel Nam Center, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Awalnya polisi mengira mereka adalah WN Syiria dan Iran. Ternyata mereka memalsukan paspor kedua negara itu.

"Mereka buat kopi paspor palsu. Setelah dicek mereka WN Turki," kata Kasat Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Nico Afinta.

Selain Mahmed dan Yaman, polisi juga mengamankan dua orang wanita yang ada di Hotel Nam Center. Salah seorang wanita adalah WN Malysia dan seorang lagi WN Indonesia.

"Kita masih dalami peran meraka apa. Kalau yang wanita WN Indonesia ini adalah pacarnya Yamen," kata Nico.

Aksi hipnosis warga asing itu diputar berulang-ulang di MetroTV dan TVOne. Semua pekerja minimarket di Lampung terperdaya. Mereka baru sadar kemalingan setelah para penjahat itu pergi.
(nal/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads