Malaysia Desak RI Jamin Keselamatan Warganya & Kendalikan Demonstran

Malaysia Desak RI Jamin Keselamatan Warganya & Kendalikan Demonstran

- detikNews
Kamis, 26 Agu 2010 11:09 WIB
Kuala Lumpur - Aksi pelemparan tinja ke halaman Kedubes Malaysia di Jakarta benar-benar menimbulkan kemarahan pemerintah dan publik Malaysia. Pemerintah Malaysia pun mendesak pemerintah Indonesia untuk berbuat sesuatu agar aksi demonstrasi bisa terkendali.

"Warga Malaysia berkepala dingin dan sabar. Sesuatu harus dilakukan untuk memastikan demonstrasi di sana terkendali sebelum warga Malaysia kehilangan kesabaran mereka," tegas Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Datuk Seri Anifah Aman seperti dilansir harian Malaysia, New Straits Times, Kamis (26/8/2010).

Dikatakan Anifah, pemerintah Malaysia juga telah meminta pemerintah Indonesia menjamin keselamatan dan keamanan warga Malaysia di Indonesia demi hubungan baik kedua pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Malaysia juga mendesak ditingkatkannya pengamanan di Kedubes Malaysia dengan dibangunnya blokade permanen di luar Kedubes.

"Mitra sejawat saya di Indonesia dan saya setuju bahwa kita tak boleh emosional atas masalah ini dan harus melihatnya berdasarkan hubungan baik kita," kata Anifah.

Anifah pun menegaskan bahwa otoritas Indonesia harus menindak tegas para demonstran yang telah melakukan aksi pelemparan tinja ke Kedubes Malaysia di Jakarta. "Demonstrasi dan perbuatan tidak sopan itu telah melukai Malaysia," tutur Anifah.

Pada 23 Agustus lalu sekelompok demonstran yang menamakan diri mereka Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedubes Malaysia di Jakarta.

Dalam aksinya, demonstran melemparkan tinja ke halaman Kedubes dan menginjak-nginjak bendera Malaysia. Aksi tersebut sebagai protes atas penangkapan tiga petugas KKP Kepri oleh polisi Malaysia belum lama ini. Ketiga petugas tersebut telah dibebaskan pada 17 Agustus lalu.

(ita/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini