Marty Minta Diplomasi yang Dilakukan Kemenlu Dihargai

Marty Minta Diplomasi yang Dilakukan Kemenlu Dihargai

- detikNews
Rabu, 25 Agu 2010 20:41 WIB
Marty Minta Diplomasi yang Dilakukan Kemenlu Dihargai
Jakarta - Banyak pihak menilai pemerintah Indonesia tak serius dan tak cepat tanggap dalam menyelesaikan permasalah dengan negeri jiran Malaysia. Namun Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, meminta pada semua pihak untuk mempercayakan penyelesaian diplomasi masalah ini kepada otoritas yang terkait yaitu Kementerian Luar Negeri.

"Beri kami ruang untuk melakukan ini, kami harus memikirkan ini bagaimana menyampaikannya, instrumen apa yang sebaiknya kita gunakan," kata Marty dalam RDP dengan Komisi I DPR, di Gedung DPR Jl Gatot Subroto, Senayan Jakarta, Rabu (25/8/2010).

Marty sebelumnnya telah mengirimkan nota protes pada pemertintah Malaysia walaupun respons yang diterima tak sesuai harapan. Maka itu lanjut pria berkacamata ini, nota protes kedua terkait insiden penahanan 3 petugas DKP akan segera dilayangkan kembali oleh Kemenlu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemenlu akan melayangkan nota protes dengan poin tambahan agar pihak Malaysia meminta maaf atas insiden tersebut. Dan saya berharap semua memberi waktu pada kami," imbunya.

Sebenarnya, lanjut Marty, pemerintah Malaysia melalui Menlu-nya sudah sudah sepaham dengan kesalahannya, maka itu 3 petugas DKP itu bis dibebaskan. Dan atas dasar pemahaman yang telah sama itulah, Marty yakin Malaysia bersedia meminta maaf.

"Nota protes akan disertai dengan informasi yang sudah ditambahkan. Apakah permintaan maaf nanti disampaikan dalam nota atau disampaikan secara langsung, kita tidak bisa mendesak, caranya seperti apa," lanjut Marty.

Walaupun begitu, Marty masih sedikit menaruh keprihatinan jika maaf itu disampaikan secara tertulis. Dia takut, itu nantinya memperlebar masalah.

"Biasanya kalau di atas kertas khawatir meraka malah akan pasang kuda-kuda. Maka itu kami ingin mereka lakukan ini the right to do, bukan
karena desakan," jelasnya.

Marty ingin proses diplomasi yang saat ini terus berjalan jangan malah mundur. Dan dia memastikan bersama Kemenlu akan menghasilkan perkembangan yang lebih baik.

(lia/anw)


Berita Terkait