Imbauan itu disampaikan dalam halaman resmi Facebook Aquino, yang dibuat untuk mengkampanyekan transparansi dalam pemerintahannya.
Aquino menerima berbagai ungkapan kemarahan terhadap dirinya, polisi dan pemerintah Filipina hingga seruan-seruan bagi Aquino untuk mundur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesan tersebut menimbulkan berbagai komentar. Sebagian mendukung Aquino namun banyak yang lainnya justru mengecamnya.
"Anda dan pemerintah Anda memalukan! Ajukan pengunduran diri Anda sekarang," tulis Elfis Lee, seorang warga Hong Kong.
"Ketidakmampuan Anda memimpin kepolisian bodoh Anda yang tak terlatih telah menimbulkan tragedi tersebut," cetus Lee seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (25/8/2010).
"Kalian lihat, presiden kita seorang terbelakang yang tak melakukan apapun kecuali menyeringai di depan kamera-kamera TV setelah semua itu terjadi," bunyi kecaman lainnya.
Aksi penyanderaan yang dilakukan mantan perwira polisi yang dipecat, Rolando Mendoza itu berakhir tragis setelah berlangsung sekitar 12 jam. Mendoza melakukan penyanderaan tersebut karena ingin mendapatkan kembali pekerjannya. Dia dipecat dari kepolisian karena tuduhan pemerasan dan kejahatan lain namun Mendoza bersikeras membantah keterlibatannya.
(ita/nrl)











































