"Saat peristiwa itu sama sekali tidak ada keributan di Plaza Sukaramai. Tidak benar pula bila terjadi kejar mengejar terhadap manager parkir bernama Yasrul Tanjung," kata Manager Plaza Sukaramai, Surianto dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (19/08/2010).
Sekalipun dia membantah tidak ada keributan soal penurunan bendera itu, namun dia mengakui adanya penurunan bendera tanpa sepengetahuan pihak managemen Plaza Sukaramai. Bendera merah putih itu sekitar pukul 16:00 WIB sudah tidak berada di tiangnya. Namun menurutnya, bendera itu bukan diturunkan oleh manajer parkir Plaza Sukaramai, Yasrul Tanjung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya apa hubungannya dengan pihak Kecamatan Kota Pekanbaru dalam penurunan bendera merah putih itu, Surianto menyebut, karena setiap upacara bendera di Plaza Sukaramai tetap melibatkan pihak Kecamatan Kota.
Surianto menambahkan, karena bendera sudah tidak ada di tiang, rencana penurunan bendera secara resmi yang akan dilakukan satpam setempat menjadi batal. "Memang rencananya sore itu pihak Satpam akan menurunkan bendera secara resmi. Malah saya yang perintah untuk dilakukan penurunan secara resmi itu," kata Surianto.
Dia juga menjelaskan, soal penurunan bendera ini sudah ditangani pihak kepolisian. Pihak kepolisian tengah mengusut siapa sebenarnya pelaku penurunan bendera itu.
"Yasrul Tanjung selaku orang yang disebut-sebut memerintahkan penurunan bendera itu juga akan balik lapor ke polisi karena telah mencemarkan namanya," kata Surianto.
Surianto juga membenarkan kasus penurunan bendera itu dilaporkan ke Kodim setempat oleh Muklis. Muklis dikenal sebagai salah seorang sekuriti di Plaza Sukaramai.
"Yang melapor ke Kodim Pekanbaru bukan pria bernama Muhsini, melainkan Muklis. Dia anggota Security di tempat kita," kata Surianto.
Terkait masalah ini, Surianto juga menampik sejumlah isu akan adanya pemecetan sejumlah karyawan Plaza Sukaramai yang berbicara soal bendera ke wartawan. Menurutnya, isu tersebut sama sekali tidak benar.
"Saya memang mengintruksikan kepada seluruh karyawan, agar masalah bendera ini hanya ada satu suara dari saya saja. Ini agar tidak terjadi kekeliruan soal informasi. Sehingga, apapun yang menyangkut masalah di Plaza Sukaramai keterangannya tidak simpang siur," kata Surianto.
(djo/djo)











































