"Kita terus mengobarkan internasionalisme yang mengedepankan kerja sama dan kemitraan," kata SBY dalam pidato kenegaraan menyambut HUT ke-65 RI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/8/2010).
Menurut SBY, politik internasional di abad ke-21 lebih rumit dari persaingan blok Barat dan Timur era Perang Dingin yang kini sudah berakhir. Politik internasional diibaratkan SBY seperti samudera yang penuh gejolak, sehingga Indonesia harus menjalin hubungan dengan banyak pihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjut SBY, kiprah Indonesia di panggung internasional masih terbuka lebar. Di ASEAN, Indonesia memantapkan stabilitas dan kemakmuran Asia Tenggara. Di G-20, Indonesia membantu pertumbuhan ekonomi global yang kuat.
"Sebagai anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam) kita menyuarakan Islam yang moderat, terbuka, toleran dan modern. Kita juga menjembatani antara Islam dan Barat," ujarnya.
Indonesia pun tetap aktif dalam perdamaian dunia dengan mengirimkan pasukan perdamaian ke berbagai misi PBB seperti Libanon dan Kongo. Komitmen Indonesia untuk menanggulangi dampak perubahan iklim, dipastikan SBY pun tetap tidak berubah.
"Di abad ke-21, politik bebas aktif saja tidak cukup. Kita harus menjalankan diplomasi bebas, aktif, dan transformatif," tegas SBY. (van/fay)











































