"Yang harus sampaikan itu (kondisi sakit) kan tidak harus langsung Kapolri, kasihan juga Kapolri. Ini mungkin hanya ada kekhilafan pada asistennya," kata jubir Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, kepada detikcom, Minggu (15/8/2010).
Anggota Komisi III DPR ini mencoba berfikir positif saja terhadap seluruh informasi dari berbagai kalangan tentang keberadaan BHD. Yang jelas, menurut Ruhut, sebagai manusia biasa Kapolri sah-sah saja dalam kondisi yang tidak sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ruhut, memang selayaknya segala informasi yang berkaitan dengan Kapolri lewat satu corong yaitu Kadiv Humas. Maka itu, dia menyarakan agar ke depan Polri memperbaiki kualitas komunikasi di internal mereka agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
Ruhut yakin, 'hilang'-nya Kapolri tidak ada kaitannya dengan heboh pemberitaan rekaman pembicaraan antara Ari Muladi dan Ade Rahardja. "Saya rasa nggak ada hubungannya dengan rekaman itu (Ary-Ade). Dan menurutku sebenarnya kita nggak usah ributkan itu lagi, mau rekaman, mau CDR, bagi saya itu semua petunjuk bagi hakim dalam memutuskan perkara," katanya.
Karena isu Kapolri 'hilang' sudah terlanjur menjadi konsumsi publik, Ruhut berharap Kapolri memberi penjelasan tentang misteri keberadaannya pada Jumat (13/8) lalu.
"Karena yang menjadi ikon dalam hal ini adalah Kapolri, ada baiknya Kapolri perlu menjelaskan kepada semua pihak termasuk media, di mana dan dalam kondisi apa sebenarnya dia pada saat itu. Agar pemberitaan menjadi akurat," ucap pemeran Poltak dalam sinetron 'Gerhana' ini.
(lia/nrl)










































