"Kita memang belum bicara dengan Ustadz soal itu (video). Tetapi, silakan dibuktikan asal menjunjung azas praduga tidak bersalah. Kita sih siap-siap saja," kata Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan, kepada detikcom, Rabu (11/8/2010).
Menurut dia, Ba'asyir merupakan sosok Ustadz yang lugu dan tidak pernah berburuk sangka kepada siapa pun. "Keluguan Ustadz itulah yang sering dimanfaatkan oleh orang lain," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulmatin disebut-sebut ada di Filipina. Tetapi mengapa tiba-tiba ada di Indonesia, dan dia disebut melakukan pelatihan di Aceh. Ada apa ini? Bukan tidak mungkin, Ustadz diskenariokan. Apa peran intelijen asing dan kita?" cecar Michdan.
Michdan berharap Indonesia tidak menjadi target isu propaganda asing.
Mabes Polri menegaskan Ba'asyir diduga telah menunjuk Dulmatin sebagai pengelola latihan militer di Aceh. Dulmatin tewas saat penggerebekan Densus 88 di Pamulang pada 9 Maret 2010 silam.
(aan/nrl)











































