"Paman Bakar (Abu Bakar Ba'asyir) bukan teroris. Tapi beliau hanya berdakwah Islam ke mana-mana," kata keponakan Abu Bakar, Azizah Ba'asyir di rumah orang tua Abu Bakar Baasyir, di Dusun Kepunden, Desa Kebon Dalem, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Senin (9/8/2010).
Menurut Azizah, mantan pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia itu memang berkenalan dengan banyak aktivis muslim. Tapi sejauh yang diketahui Azizah, pamanya tidak pernah berkenalan, apalagi mendanai gerakan terorisme di Aceh, seperti yang dituduhkan polisi.
Penangkapan Baasyir oleh Densus 88 di Jawa Barat, juga diketahui keluarga di Jombang dari siaran televisi. "Sangat kami sayangkan, jika paman memang ditangkap. Sebab beliau memang bukan teroris," kata Azizah yang mengaku memiliki darah Arab-Yaman.
Sebelum ditangkap Densus 88 di Banjar Patroman, Ciamis, Jawa Barat, Abu Bakar Baasyir berkunjung ke rumah orang tuanya usai berdakwah di Surabaya, sekitar bulan Juli lalu. Abu Bakar Ba'asyir sempat bercengkerama dengan para keluarga dan teman-teman masa kecilnya.
Maklum saja, Ba'asyir memang dilahirkan di dusun ini. Di rumah sederhana yang kini ditempati Azizah tersebut, Abu Bakar Baasyir menghabiskan masa kecil. Menurut Azizah, usai lulus SD, Ba'asyir menuntut ilmu di Pondok Pesantren Modern Gontor, Ponorogo.
(anw/anw)











































