PD Prihatin Kekerasan Atas Nama Agama yang Kembali Marak

PD Prihatin Kekerasan Atas Nama Agama yang Kembali Marak

- detikNews
Senin, 09 Agu 2010 13:13 WIB
PD Prihatin Kekerasan Atas Nama Agama yang Kembali Marak
Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum prihatin atas kembali maraknya kekerasan yang dilakukan oleh kelompok tertentu dengan mengatasnamakan agama. Padahal semestinya mereka sudah memahami bahwa Indonesia adalah negara majemuk yang menganut prinsip Bhenika Tunggal Ika.

"Sebagai umat yang mayoritas, umat Islam harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi kaum minoritas. Kita berbangsa menganut asas Bhinneka Tunggal Ika yang dalam dalam bahasa Partai Demokrat itu disebut pluralisme," kata Anas kepada detikcom, Senin (9/8/2010).

Menurut cucu menantu mantan Rais Am PBNU KH Ali Ma'sum ini, perilaku kekerasan yang dilakukan ormas masyarakat itu tidak akan pernah menyelesaikan persoalan. Karena itu, Anas meminta semua ormas bisa menahan diri dan kembali bisa menjunjung tinggi toleransi dan persaudaraan seperti yang diajarkan Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Umat Islam mesti bisa membangun kerjasama dengan umat yang lain, sebagai sesama warga bangsa. Saudara-saudara yang minoritas mesti bisa kita lindungi dan kita ayomi. Demikian juga dengan sesama muslim yang berbeda aliran, kita juga harus menghargai," tegas mantan ketua umum PB HMI ini.

Anas juga menyinggung soal maraknya kekerasan oleh ormas yang berbasis agama dan etnis yang belakangan ini kerap terjadi. Agar hal ini tidak menjadi tradisi dan terulang terus, aparat keamanan harus bertindak tegas dan mengambil alih semua fungsi pengamanan agar tidak terjadi konflik antar kelompok.

"Karena memang Indonesia itu beragam, meski kita berbeda-beda, kita harus tetap bisa hidup berdampingan, bahkan bekerjasama. Selain itu aparat berwajib harus menjalankan tugasnya dengan baik," papar mantan anggota KPU ini.

Sebelumnya diberitakan, akhir-akhir ini banyak terjadi 'konflik horizontal' di masyarakat akibat melunturnya solidaritas sosial dan toleransi. Yang terbaru terjadi adalah massa yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) dengan jemaat HKBP di Bekasi, kasus Ahmadiyah di Kuningan dan konflik FBR dengan warga masyarakat.

(yid/ken)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads