Kepala penerbangan sipil Zimbabwe mengaku bahwa dirinya telah berbohong pada media internasional mengenai kecelakaan pesawat di Harare, Kamis, 5 Agustus kemarin. Alasannya supaya tim-tim respons darurat percaya bahwa kecelakaan itu benar-benar terjadi.
"Media tidak diberitahu untuk menghindari kebocoran seiring latihan ini melibatkan unit penjinak bom, unit-unit antipembajakan dan kecelakaan pesawat," kata kepala eksekutif Otoritas Aviasi Sipil Zimbabwe David Chawota kepada wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (6/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kita alami hari ini adalah latihan bandara normal untuk melihat bagaimana sistem kita merespons keadaan darurat," kata wakil komisioner kepolisian Cannan Mugumira kepada jurnalis. "Dari penilaian kami, latihan ini sukses," imbuhnya.
Pimpinan maskapai Zimbabwe, Air Zimbabwe, Peter Chikumba juga tidak tahu-menahu mengenai latihan tersebut. Dikatakannya, dirinya telah diberitahu oleh otoritas penerbangan mengenai adanya kecelakaan di bandara tersebut.
Beberapa petugas maskapai asing juga terkejut. "Kami juga tidak tahu sama sekali soal itu (latihan)," ujar seorang petugas maskapai Kenya Airways.
Asap hitam yang terlihat di bandara ternyata berasal dari ban-ban bekas yang dibakar.
(ita/nrl)










































