"Ada empat laporan kejadian, sebelum yang kemarin ada kejadian juga di Kalideres, tapi itu malam," ujar Bano Yogaswara, Asisten Manajer Pengendalian Busway kepada detikcom, Senin (2/8/2010) malam.
Tiga kasus lainnya adalah pelecehan di Blok M dua kali, lalu di halte Pulogadung. Keempatnya tidak berlanjut sampai penyelidikan polisi karena ada yang memilih menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bano, kasus pelecehan tersebut tidak hanya terjadi di dalam bus, melainkan ada yang sudah direncanakan sejak di halte. Motifnya sama, menggunakan kepadatan bus untuk bisa berdekatan dengan korban dan jika ada kesempatan mulai melancarkan aksinya.
"Menurut kita dengan laporan ini, justru sudah ada kemajuan. Banyak yang mau melapor, di transportasi lain meski tidak ada laporan bukan berati tidak ada kasusnya," tegas Bano.
Pihaknya berjanji terus meningkatkan kenyamanan para penumpang. Satgas perempuan akan dioptimalkan perannya di halte-halte dan berbagai imbauan agar penumpang berani melapor terus digalakan.
Sementara, terkait desakan agar memakai CCTV dan menambah personel keamanan di dalam bus, Bano belum bisa memberikan jawaban. Sebagai pelaksana, dia tidak tahu kapan hal tersebut bisa direalisasikan.
"Kita dari TransJakarta sudah melihat ada perubahan sekarang masyarakat lebih peduli. Mereka setiap saat bisa melaporkan kejadian sekecil apa pun yang menimpa mereka. Kalau soal CCTV tanya para pengambil kebijakan, saya hanya pelaksana," tutupnya.
(mad/nrl)











































