"Intinya hubungan bilateral dengan Korea Utara dan membahas masalah regional. Termasuk kerjasama di ASEAN, di samping masalah sifatnya global di Semenanjung Korea," ujar Marty usai pertemuan di Gedung Pancasila Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta, Senin (2/8/2010).
Marty menegaskan, Indonesia tetap pada posisinya yakni mendorong penyelesaian
konflik di Semenanjung Korea tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marty menambahkan dengan kembalinya Korea Utara ke Six Party Talks adalah upaya untuk menyelesaikan masalah demi menciptakan situasi yang aman di kawasan Korut.
"Pada gilirannya akan memberi kontribusi bagi terciptanya suasana yang kondusif bagi upaya pembangunan negara-negara di kawasan ini," paparnya.
Korea Utara, lanjut Marty, bersedia kembali dalam proses Six Party Talks asalkan ada kesetaraan dengan pengakuan kedaulatan negaranya.
"Apa yang dimaksud kesetaraan prinsipnya sangat mendasar, mereka ingin kedaulatannya dihormati, siapa yang tidak mau itu. Setiap negara ingin itu," pungkasnya.
Six Party Talks merupakan dialog denuklirisasi di Semenajung Korea. Six Party Talks melibatkan Rusia, Cina, Korea Utara, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.
(mpr/fay)











































