SBY: Bukan Eranya Lagi Dikotomi Sipil-Militer

SBY: Bukan Eranya Lagi Dikotomi Sipil-Militer

- detikNews
Jumat, 30 Jul 2010 19:16 WIB
Jakarta - Para pemimpin sipil dan militer mempunyai tanggung jawab terhadap negara sesuai porsi masing-masing. Maka tidak perlu lagi ada dikotomi status dan perlakuan di antara keduanya.

Demikian kata Presiden SBY dalam pidatonya di hadapan peserta The Future Defense Leaders Workshop 2010. Acara berlangsung di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (30/7/2010).

"Eranya sudah tiba, tidak perlu ada dikotomi di antara sipil dan militer, semua mengemban tugas negara,"Β  kata SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengakui bahwa di era-era terdahulu ada semacam dikotomi antara pemimpin militer dan sipil. Bahkan dikotomi yang serupa juga ada di antara mahasiswa di perguruan tinggi dengan taruna militer.

Seiring bergulirnya program reformasi dan perubahan doktrin di tubuh TNI, menurut SBY situasi demikian berubah. Khususnya setelah TNI menegaskan untuk tidak terlibat dalam politik praktis seperti era sebelumnya.

"Dengan perubahan doktrin TNI tidak terlibat politik praktis, tidak ada lagi jarak antara sipil dan militer," ujar SBY.

The Future Defense Leaders Workshop 2010 digelar oleh Kementerian Pertahanan. Tujuan pelatihan selama 6 hari itu adalah menyiapkan calon kader pemimpin TNI dan sipil yang kelak ditugaskan mengikuti seminar pertahanan Internasional lalu menyebarluaskannya di Indonesia.

(lh/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads