"Benar sekali saya memang bolos waktu itu. Tapi sejak itu saya menegur diri saya sendiri, maka saya rajin sampai sekarang," ujar Jeffrie di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/7/2010).
Menurut politisi Golkar itu, dia tidak masuk karena sakit dan ke luar kota. Namun dia malas untuk mengurus surat sakit dan surat izin pergi ke luar kota.
"Saya tidak sempat mengurus surat izinnya, lebih kepada malas mengurus suratnya. Tapi saya mengakui itu sebuah kesalahan," kata anggota Komisi I DPR itu.
Atas seringnya tidak hadir dalam sidang, Jeffrie juga mengaku tidak pernah mendapat teguran dari FPG. Jeffrie menyatakan, perbaikan diri harus dimulai dari diri sendiri, bukan karena teguran.
"Buktinya saya tidak ada yang menegur sekarang jadi baik. Saya gentlemen mengakui memang tidak masuk 6 kali karena saya tidak urus surat izin," tegasnya.
Karena itu, Jeffrie menilai berlebihan, jika tata tertib dari Badan Kehormatan (BK) DPR yang menyatakan anggota DPR yang tidak masuk lebih dari 6 kali harus dipecat.
"Terlalu lunak itu 6 kali berturut-turut baru dihukum. Menurut saya nggak perlu sanksi, saya tidak pakai sanksi saja jadi baik," kata Jeffrie.
Sementara soal rencana finger print untuk absen anggota DPR, Jeffrie mempersilakan saja. "Apapun yang mau dilakukan, ya lakukan saja. Kita ikuti sajalah," tutup dia. (nik/fay)











































