Dokumen ini dibocorkan sebuah organisasi yang menamakan dirinya Wikileaks, ke tiga media besar, yaitu New York Times AS, Guardian Inggris dan Der Spiegel Jerman. Tentu saja tidak diketahui siapa pembocor dokumen itu dari Pentagon.
Seperti dilansir AFP, Senin (26/7/2010), Gedung Putih mengecam pembocoran dokumen yang terdata dari 2004-2010 itu. "Pembocoran dokumen itu bisa membahayakan keselamatan rakyat AS dan mengancam keamanan nasional," kata penasehat keamanan nasional Gedung Putih, James Jones.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian Gedung Putih berkilah, kebocoran dokumen tidak akan mempengaruhi hubungan AS dengan Pakistan dan Afghanistan. Mereka hanya mengatakan, hubungan antara dinas rahasia Pakistan ISI, dan Taliban memang menimbulkan kekhawatirkan.
"Wikileaks hanyalah organisasi yang menentang kebijakan AS di Afghanistan," ujar seorang pejabat Gedung Putih yang tidak mau disebut namanya.
(fay/mad)











































