"Dia tidak pernah mengeluh sakit apa pun," kata Nurni, saat dihubungi melalui telepon, Senin (26/7/2010).
Nurni mengaku terakhir pergi melakukan tugas jurnalistik bersama Syaifullah dua bulan lalu. Mereka meliput kondisi hutan di Kabupaten Beurau. Saat itu Syaifullah terlihat sehat seperti biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat disinggung soal kemungkinan Syaifullah sengaja dihabisi oleh pihak-pihak tertentu yang tidak senang dengan tulisannya, Nurni enggan berspekulasi. Yang jelas, lanjut Nurni, dirinya tidak pernah mendengar Syaifullah mendapat ancaman dari pihak lain terkait aktivitas jurnalistiknya.
"Saya tidak pernah dengar dia diancam orang. Syaifullah tetap bersemangat seperti biasa dan tidak pernah kendur melakukan berbagai investigasi," ungkap Nurni.
Syaifullah ditemukan meninggal di ruang tamu rumah kontrakannya, Kompleks Perumahan Balikpapan Baru, Blok S2 No 07, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) sekitar pukul 09.00 Wita. Sekujur tubuh korban membiru dengan mulut mengeluarkan busa. Semasa hidup, Syaifullah rajin menulis berita soal lingkungan, termasuk tambang batubara yang merusak lingkungan setempat.
(djo/djo)











































