Pimred Kompas: Beberapa Hari Lalu ke Jakarta, Syaifullah Sehat-sehat Saja

Wartawan Kompas Meninggal

Pimred Kompas: Beberapa Hari Lalu ke Jakarta, Syaifullah Sehat-sehat Saja

- detikNews
Senin, 26 Jul 2010 12:06 WIB
Pimred Kompas: Beberapa Hari Lalu ke Jakarta, Syaifullah Sehat-sehat Saja
Jakarta - Kompas sangat kehilangan atas meninggalnya Muhammad Syaifullah, wartawan Kompas yang juga kepala biro Kompas di Kalimantan. Selama ini,Β  Syaifullah dikenal sebagai wartawan yang sangat kritis. Dia beberapa hari lalu sempat ke Jakarta. Dan pada saat itu, dia tampak sehat dan tidak mengeluhkan apa pun.

"Kami sangat terkejut. Belum lama ini dia ke Jakarta. Dia tampak sehat dan tidak mengeluhkan apa-apa. Kami sangat kehilangan dia," kata Pemimpin Redaksi (Pimred) Kompas, Rikard Bagun, saat dihubungi detikcom, Senin (26/7/2010).

Di mata Rikard, Syaifullah merupakan salah satu wartawan yang sangat aktif dan kritis. "Banyak tulisan mengenai kerisauannya dan juga lembaga terhadap alam kalimantan yang terus dikeruk dan punya komitmen untuk penegakan pemerintahan yang bersih," ujar Rikard.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rikard belum bisa menyimpulkan apakah kematian Syaifullah terkait dengan berita atau tulisan-tulisan di Kompas. Hingga saat ini, Kompas masih menunggu hasil penyelidikan polisi dan otopsi.

Untuk diketahui, Syaifullah ditemukan meninggal di ruang tamu di depan TV di rumah dinasnya di Balikpapan. Tubuhnya penuh lebam dan membiru, dari mulutnya juga keluar busa.

Seperti dikutip Kompas, Syaifullah bergabung ke Kompas tahun 1999. Dia meninggalkan satu istri dan dua anak. Syaifullah atau FUL dikenal sebagai wartawan yang bersemangat, rajin, dan peduli pada lingkungan. Banyak tulisannya yang berisi keprihatinan tentang kerusakan alam di Kalimantan.

Selama menjadi wartawan Kompas, Syaifullah banyak bertugas di wilayah Kalimantan, mulai dari Samarinda, kemudian ke Pontianak, Banjarmasin, lalu menjadi Kepala Biro wilayah Kalimantan dan tinggal di Balikpapan.Β  Syaifullah yang merupakan kelahiran Hulu Sungai Selatan, Kalsel, itu merupakan lulusan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo.

(asy/nrl)


Berita Terkait