"Kami sangat terkejut. Belum lama ini dia ke Jakarta. Dia tampak sehat dan tidak mengeluhkan apa-apa. Kami sangat kehilangan dia," kata Pemimpin Redaksi (Pimred) Kompas, Rikard Bagun, saat dihubungi detikcom, Senin (26/7/2010).
Di mata Rikard, Syaifullah merupakan salah satu wartawan yang sangat aktif dan kritis. "Banyak tulisan mengenai kerisauannya dan juga lembaga terhadap alam kalimantan yang terus dikeruk dan punya komitmen untuk penegakan pemerintahan yang bersih," ujar Rikard.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, Syaifullah ditemukan meninggal di ruang tamu di depan TV di rumah dinasnya di Balikpapan. Tubuhnya penuh lebam dan membiru, dari mulutnya juga keluar busa.
Seperti dikutip Kompas, Syaifullah bergabung ke Kompas tahun 1999. Dia meninggalkan satu istri dan dua anak. Syaifullah atau FUL dikenal sebagai wartawan yang bersemangat, rajin, dan peduli pada lingkungan. Banyak tulisannya yang berisi keprihatinan tentang kerusakan alam di Kalimantan.
Selama menjadi wartawan Kompas, Syaifullah banyak bertugas di wilayah Kalimantan, mulai dari Samarinda, kemudian ke Pontianak, Banjarmasin, lalu menjadi Kepala Biro wilayah Kalimantan dan tinggal di Balikpapan.Β Syaifullah yang merupakan kelahiran Hulu Sungai Selatan, Kalsel, itu merupakan lulusan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo.
(asy/nrl)











































