Jenazah keduanya ditemukan tim SAR dari Kesatuan Pengamanan Laut dan Pantai (LPLP) di kawasan Buoy Dua, perairan Belawan sekitar pukul 09.00 WIB, Sabtu (17/7/2010).
Kepala Bidang (Kabid) KPLP Belawan, Marwansyah mengatakan, kedua jenazah
terbawa arus sekitar dua kilometer dari lokasi terbakarnya perahu mereka di kawasan perairan Lampu Satu, Belawan, Kamis (15/7/2010) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB.
"Kondisinya jenazah rusak karena terombang ambing selama dua hari.
Kuat dugaan, keduanya tidak mampu menyelamatkan diri setelah boatnya
terbakar," kata Marwansyah kepada wartawan di Belawan.
Jenazah keduanya itu langsung dibawa ke RSU Pirngadi Jl HM Yamin, Medan untuk diotopsi.
Perahu nelayan yang mereka tumpangi terbakar setelah baling-baling menabrak kantungan plastik berisi minyak curian dari pipa distribusi Pertamina. Percikan api dari knalpot menyambar minyak dan perahu pun terbakar. Dalam kejadian ini, satu orang berhasil diselamatkan nelayan yang sedang melintas dan masih dirawat di rumah sakit akibat luka bakar.
(rul/nik)











































