Aksi ini digelar, Greenpeace, Kamis (15/07/2010) di konsesi PT RAPP. Mereka berencana memblokade kapal tongkang pengangkut kayu ke perusahaan. Namun aksi ini tidak berhasil. Mereka hanya naik sebentar ke kapal untuk membentangkan spanduk lalu difoto untuk disebarluaskan ke sejumlah media lokal dan nasional.
"APRIL Hentikan Merusak Masa Depan Kami dan mendesak perusahaan pulp and paper raksasa APRIL serta Pemerintah Indonesia untuk menghentikan perusakan hutan," tulis panduk Greenpeace.
"Tanpa terlebih dahulu melakukan kajian legal dan legislasi terhadap izin yang telah dikantongi RAPP, Kementerian Kehutanan malah mengeluarkan Rencana Kerja Tahunan (RKT). Ini bertolak belakang dengan komitmen Menteri Kehutanan," ujar Zulfahmi, Juru kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara kepada detikcom.
Terkait soal perizinan ini, anggota DPRD Riau, Bagus Santoso menyebutkan, inti persoalannya konsesi di Semenanjung Kampar ini bermuara dari Pemerintah Pusat sendiri melalui Menteri Kehutanan. Menurutnya, Menteri Kehutanan harus bertanggungjawab atas segala efek negatif soal isu lingkungan di Riau. Ini belum aksi para aktivis juga berdampak negative dari iklim investasi.
"Kita sepakat menyelamatkan hutan di Indonesia ini. Tapi mestinya mari kita bersama menggebrak Menhut untuk menghentikan segala perizinan yang dikelaurkannya. Greenpeace harus berdemo juga secara besar-besaran ke Menhut. Jangan Riau ini dijadikan pusat informasi negatif soal lingkungan," kata Bagus.
Menurutnya, isu negatif lingkungan titik sentralnya ada di Menhut. Karena itu desakan yang paling pantas dilakukan para Greenpeace adalah menekan pemerintah pusat untuk bersedia menghentikan segala perizinan terkait pengelolaan hutan.
"Sekarang ini izin konsesi pengelolaan hutan izin penebangan hutan khusus di wilayah Riau sudah diambil alih Menhut. Pemerintah daerah tidak lagi diberikan kewenangan soal perizinan tersebut. Jadi persoalan ini sebenarnya bukan ada di daerah, melainkan di pemerintah pusat," kata Bagus.
Sementara itu, pihak manajemen PT RAPP tampaknya belum bersedia memberikan keterangan pers terkait aksi demo Greenpaace. Sedangkan Kapolres Pelalawan, AKBP Ary Rahman mengatakan, aksi itu hanya dilakukan pagi hari saja.
"Sejak siang sampai sore ini tidak ada lagi aktivis di lokasi tersebut. Aksi demo sudah bubar pukul 09.00 WIB tadi," kata Kapolres Pelalawan.
(cha/gah)











































