"Sangat saya sayangkan bahwa Munas VII HKTI di Bali telah berjalan dengan kurang memuaskan. Dapat disimpulkan Munas itu tidak berjalan sesuai dengan tradisi petani," kata Siswono di Gedung DPR, Jl Senayan, Jakarta, Kamis (15/7/2010).
HKTI selama ini selalu taat pada aturan dan rukun. Tapi yang terjadi pada Munas kali ini adalah penyimpangan AD/ART. "Suasana itu (rukun) tidak terdapat lagi," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sangat saya sesalkan, harusnya Munas itu memberikan peluang seluas-luasnya bagi siapapun yang mau maju. Tidak fair, kalau penyelenggaraan diarahkan pada seseorang yang akhirnya pihak lain tidak puas. Tradisi seperti ini jangan berkelanjutan," jelas salah satu deklarator ormas Nasional Demokrat ini.
Banyaknya para politisi yang ingin maju menjadi ketum HTKI sangat dimaklumi oleh Siswono. Tetapi HKTI harus fokus pada perjuangannya yaitu kepentingan petani.
"Memang terasa sekali, banyak unsur-unsur HKTI yang tertarik dengan salah satu partai. Tapi yang penting organisasi HKTI fokus perjuangkan kepentingan petani," tambah mantan menteri zaman Orde Baru ini.
(lia/yid)











































