"Identitas sudah ada, tapi kita belum bisa dipublikasikan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Boy Rafli Amar, usai gelar pasukan Operasi Patuh Jaya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/7/2010).
Boy menambahkan pihaknya juga telah membuat skema alur kejadian penculikan hingga pembunuhan korban. Pelaku dipastikan lebih dari 2 orang.
"Dari si A, ke si B, ke si C, sudah mulai terlihat," katanya.
Hingga kini, polisi masih melakukan penelusuran terhadap para pelaku. Hanya saja, polisi memiliki kesulitan untuk melacaknya karena pelaku kerap berpindah tempat.
Viktor diculik pada 10 Juni malam lalu setelah pamit ke istrinya Selvi Magdalena untuk rapat di Pamulang, Tangerang. Namun, Viktor tidak pernah kembali pulang.
Hingga pada 14 Juni, ayah korban Darmapana Wibowo menerima sebuah pesan singkat dari pelaku yang meminta tebusan sebesar Rp 300 juta untuk ditukar dengan nyawa korban. Dua hari berikutnya, yakni 16 Juni, Darmapana kembali menerima pesan yang sama dari nomor yang berbeda. Keluarga baru melaporkan kasus tersebut pada 17 Juni.
Setelah sepekan lebih sejak dilaporkannya kasus tersebut, Viktor ditemukan. Namun, Viktor ditemukan dengan kondisi sudah tidak bernyawa tanpa kedua kaki di pintu tol di Karawang, Jawa Barat pada 25 Juni. Korban teridentifikasi sebagai Viktor setelah kelurga melihat tato naga di punggung korban.
Sebelum ditemukan dalam keadaan tewas, pelaku kerap meneror keluarga korban. Pelaku juga sempat mengirimkan sepasang sepatu korban ke alamat rumahnya di kawasan Kota Baru, Pamulang, Tangerang.
Ayah korban sempat mengirim uang sebesar Rp 50 juta ke rekening pelaku atas nama Siti Khodijah. Perempuan yang diduga terlibat itu menggunakan cadar saat membuka rekening di Bank Muamalat, Fatmawati, Jakarta Selatan pada 11 Juni.
(mei/fay)











































