Mahasiswa Sulsel Tolak Pelaksanaan Pemilukada di Bulan Puasa

Mahasiswa Sulsel Tolak Pelaksanaan Pemilukada di Bulan Puasa

- detikNews
Senin, 12 Jul 2010 12:57 WIB
Makassar - Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Pemilukada (AMPP) Sulawesi Selatan (Sulsel), mendemo KPUD Sulsel. Mereka menentang pelaksanaan Pemilukada putaran kedua di Kab Bulukumba dan Luwu Utara yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Aksi berlangsung di kantor KPUD Sulsel, di Jl AP Pettarani, Makassar, Senin (12/7/2010). Pemilukada putaran kedua di Kab Bulukumba dan Luwu Utara akan berlangsung pada 23 Agustus 2010 dan bertepatan bulan puasa.

AMPP Sulsel menganggap Pemilukada di bulan puasa, akan mengganggu ibadah umat Islam di dua kabupaten tersebut. Dikuatirkan tingkat partisipasi masyarakat akan minim karena sedang berpuasa. Para mahasiswa ini meminta KPUD Sulsel menunda pemilukada putaran kedua sampai setelah Lebaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Realitas yang terjadi, setiap Pemilukada di negeri ini selalu menyisakan masalah yang berkepanjangan. Kemurnian bulan suci akan dirusak oleh para politisi yang bermain. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tetap melaksanakan Pemilukada di dua kabupaten tersebut," ungkap Korlap AMPP, Akbar, yang diterima Ketua KPUD Sulsel, Jayadi Nas.

Menurut Akbar, para mahasiswa khawatir bulan puasa akan dinodai oleh aksi-aksi para kandidat berkampanye sampai masjid-masjid atau bahkan politik uang. Menanggapi itu, Ketua KPUD Sulsel, Jayadi Nas, mengatakan KPUD terikat aturan UU untuk melaksanakan Pemilukada putaran kedua paling lambat 63 hari dari putaran pertama.

"Sebagai pelaksana UU kami tidak akan berubah. Justru pelaksanaan Pemilukada di bulan puasa akan meminimalisir pelanggaran Pemilu, karena mereka takut berdosa," tutup Jayadi.

(mna/fay)


Berita Terkait