Mereka antara lain, Mantan Menhub Agum Gumelar, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshory, tokoh NU Slamet Efendi Yusuf, anggota DPD AM Fatwa, mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Syaifuddin, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum hingga mantan Wakil Presiden Hamzah Haz.
AM Fatwa yang ikut melayat menuturkan, KH Idham Chalid adalah salah satu tokoh politik Islam cukup disegani. Idham, merupakan pendiri sekaligus tokoh Islam yang berhasil menyatukan beberapa partai Islam menjadi PPP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain AM Fatwa, Ketua Umum PD Anas Urbaningrum juga menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya KH Idham Chalid. Menurut Anas, Idham adalah salah satu tokoh sederhana dan pekerja keras.
"Sikap konsisten yang dimiliki membuat beliau pejuang yang gigih dan sabar. Sampai akhir hayat ketokohannya diakui. Beliau tidak pernah menjadi tokoh kontroversial, beliau sangat konsisten dan santun," sanjung pria berkacamata ini.
Idham meninggal pada usia 88 tahun karena sakit. Ia merupakan salah satu pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP), pernah menjabat sebagai Ketua MPR pada tahun 1972-1978 dan Ketua PBNU dalam 3 periode. (ape/yid)











































