"Mereka telah berproduksi selama satu tahun. 7 Ribu tabung gas telah beredar," kata Kapolres Kabupaten Tangerang Kombes Eddy Tambunan kepada wartawan di lokasi, Kamis (8/7/2010).
Sementara itu, Kasat Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Sandi Nugroho mengatakan, dalam sehari pabrik tersebut mencetak seribu unit tabung gas. "Prosesnya pun cepat, satu tabung paling 5 menit," kata Sandi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka tidak menggunakan bahan dari Krakatau Steel," ungkapnya.
Lempengan bahan untuk tabung gas kemudian dimasukkan ke mesin cetak emborse untuk mencetak logo Pertamina, SNI dan angka-angka yang tertera di pegangan tabung (neck gutt).
Setelah itu, proses kedua yakni pencetakan kerangka body tabung (atas dan bawah) yang dicetak di mesin hydrolik. Dari situ, kerangka tabung bagian atas dan bawah disatukan dalam mesin drow.
Selanjutnya, tabung dimasukkan ke mesin triming untuk memotong atau meratakan bagian bawah tabung. Setelah proses triming selesai, tabung tersebut kemudian dilubangi bagian atasnya.
"Untuk memasang katup gas," imbuhnya.
Setelah proses itu selesai, tabung kemudian dimasukkan ke bagian las. "Di situ, neck gutt-nya disatukan dengan kerangka tabung dengan las," tambahnya.
Setelah itu, lalu tabung di cat. Proses selesai, tabung siap edar lalu disimpan di gudang.
Tabung kemudian dijual ke agen seharga Rp 70 ribu per unit. Harga per tabung dari Pertamina sendiri sebesar Rp 100 ribu.
(mei/anw)











































