"Kami tetap bekerja sepenuhnya. Tidak ada yang terganggu. Semua reporter dan redaktur bekerja seperti biasa dan kami tidak ada tanda-tanda ketakutan setelah kejadian ini," ujar Wahyu kepada wartawan di kantor Majalah Tempo Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2010).
Menurut Wahyu, 2 orang saksi dari pihak keamanan kantor Majalah Tempo telah diperiksa Polres Jakarta Pusat. Pemeriksaan dilakukan mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.
"Pihak Polres juga sudah bertindak dengan cepat mengambil barang bukti," imbuh dia.
Saat ditanya apakah pelemparan bom berkaitan dengan cover dan isi Majalah Tempo bertajuk "Rekening Gendut Perwira Polisi", Wahyu mengaku tidak tahu.
"Saya tidak tahu. Saya bukan paranormal. Saya serahkan ke Kepolisian," tutupnya.
(nik/nrl)











































