"Pernyataan itu harus diklarifikasi karena tikus di mata masyarakat sangat buruk dan tidak terpuji," ujar Ketua DPP PPP Lukman Hakim Saifuddin kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/7/2010).
Lukman menilai politik tidak seburuk yang disampaikan Ical. Lukman mengingatkan Ical agar tidak menggunakan 'politik tikus', mengendus untuk kepentingannya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lukman mengingatkan agar Golkar memilih hewan lain untuk dicontoh. Tikus tidak layak dijadikan simbol politik.
"Tikus itu kan sudah terlanjur dikesankan binatang yang citranya negatif, mungkin lebih baik kalau analognya bukan tikus," saran Lukman.
"Hidup itu untuk politik, bukan hidup dari politik. Jangan berorientasi politik untuk kepentingannya sendiri," tutupnya.
(van/nrl)










































