Mantan Anggota Kopassus: Ada Lima Warga Asing yang Tewas

Sidang Kasus Balibo Five

Mantan Anggota Kopassus: Ada Lima Warga Asing yang Tewas

- detikNews
Kamis, 01 Jul 2010 14:23 WIB
 Mantan Anggota Kopassus: Ada Lima Warga Asing yang Tewas
Jakarta - Sidang gugatan perdata terhadap Lembaga Sensor Film (LSF) terkait pelarangan film 'Balibo five' digelar dengan agenda mendengar keterangan saksi fakta dari mantan anggota Kopassus.
Β 
Dalam keterangannya, saksi mengakui bahwa ada lima orang asing yang tewas tertembak dalam serangan di kota Balibo, Timor-timur.

"Setelah serangan, diketahui ada wajah asing yang tewas dan berjumlah lima orang," ujar mantan anggota Kopassus Gatot Purwanto di Pengadilan Tata Usaha Negara, Jl Sentra Primer Baru Timur, Jakarta Timur, Kamis (1/7/2010).

Menurut Gatot, kelima orang asing yang tewas tersebut diduga adalah wartawan asing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena di dekat mereka terdapat peralatan kamera dan juga ada senjata pendek jenis Thomson tapi semuanya tidak dipegang," kenang mantan Komandan Satuan Tugas Intelejen di Dili itu.

Pria berpangkat terakhir Kolonel ini juga mengakui, dirinya bertugas tidak dengan atas nama ABRI kala itu, tapi sebagai 'Sukarelawan Indonesia'.

"Kita dapat perintah, semua Kartu Tanda Anggota diambil. Kami masuk sebagai sipil," katanya.

Gatot menceritakan, dalam serangan yang dilakukan pada saat fajar itu, terjadi kontak tembak berjarak 20 meter dengan pasukan yang menjaga Balibo. "Jumlah yang berasal dari Indonesia hanya sekitar 60 orang dan sisanya adalah milisi setempat yang totalnya sekitar 200 orang lebih," paparnya.

Namun, Gatot membantah adanya penangkapan terlebih dahulu kepada kelima wartawan tersebut, sebelum dieksekusi mati seperti yang digambarkan dalam film Balibo Five.

"Tidak seperti di film itu, semuanya hanya terjadi tembak-menembak. 3 Jam setelah itu baru diketahui ada orang asing yang tewas," terangnya.

Gatot mengakui dirinya sekarang telah nonaktif dari anggota TNI sejak tahun 1992 lalu, setelah menjadi angggota TNI dari tahun 1971 di kesatuan Kopassus. " Usai tragedi Santa Cruz saya di nonaktifkan," bebernya.

(fiq/anw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads