Diperintahkan Pemanggilan Lewat Media Massa, Idham Tertunduk Lesu

Lagu Daerah Dibajak

Diperintahkan Pemanggilan Lewat Media Massa, Idham Tertunduk Lesu

- detikNews
Kamis, 01 Jul 2010 12:22 WIB
 Diperintahkan Pemanggilan Lewat Media Massa, Idham Tertunduk Lesu
Jakarta - Pencipta/musisi khusus lagu daerah Sumatera Selatan, Idham Biola, terdiam mengernyitkan dahi dan tertunduk lesu. Dia merasa kebingungan ketika hakim memerintahkan pemanggilan tergugat 1, DT harus lewat media massa.

"Karena alamat tergugat 1 sudah pindah, dan tak diketahui alamatnya sekarang maka anda harus memanggil media massa koran," kata Ketua Majelis Hakim, Agus Sutarmo yang didampingi hakim anggota Muntarto dan Josef di Gedung PN Jakarta Barat, Jalan S Parman, Jakarta, Kamis, (1/7/2010).

Sebelumnya, dia mengenal DT sebagai warga Pademangan Timur, Jakarta Utara. Tapi ketika dia datangi rumah tersebut, penghuninya sudah pindah. Dalam sidang kali ini, tampak hadir tergugat 2, HS yang langsung meninggalkan ruangan usai sidang ditutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau biaya iklan di koran saya tidak tahu. Tapi aturannya yang bilang seperti itu," tambah Ketua Majelis.

Menurut informasi panitera, biaya pemanggilan di media massa mencapai Rp 1,5 juta sekali iklan. Minimal dipanggil 2 kali atau total Rp 3 juta. Dia pun langsung kaget dan mengaku tak punya uang sebanyak itu. "Belum tentu saya dapat uang sebegitu banyak," jawab Idham dalam persidangan.

Sebagai musisi kampung yang berkelana dari satu orkes ke orkes lainnya, bisa menjual album adalah impian hari tua. Terlebih, pria kelahiran 6 april 1964 ini menginginkan namanya dikenang sebagai musisi/pencipta, bukan hanya pemain musik orang lain.

Alhasil, dia mengeluarkan 1 album yang berisi lagu daerah Sumatera Selatan berisi 6 lagu. Baru 1 bulan beredar dia bisa melayani permintaan 300 keping vcd perhari. Sayangnya, masuk bulan ke 2 albumnya telah dibajak oleh DT

"Sekarang, satu dua album masih ada yang beli. Lumayan buat beli rokok," ceritanya kepada wartawan.

Idham yang menghabiskan masa kecil di Lahat, Palembang hanya pasrah. Meski albumnya dibajak, tapi dia berusaha tabah. Dia mengaku akan tetap melawan para pembajak lagu. "Kalau musisi kecil kayak saya ya mengandalkan bikin album. Kalau masih dibajak, ya akan kita tentang lewat pengadilan," cetusnya mencoba tetap optimistis.
(asp/anw)


Berita Terkait