"Kalau dari hasil otopsi, korban meninggal karena sebelumnya ditusuk-tusuk dulu," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar saat dihubungi wartawan, Senin (28/6/2010).
Dari hasil otopsi, korban diketahui mendapat delapan kali tusukan. Luka tusukan itu di antaranya terdapat di bagian ketiak, dua tusukan dan dada sebelah kanan sebanyak 3 kali tusukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, terkait temuan kaki di gundukan urugan tanah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur beberapa waktu lalu, polisi belum bisa memastikan jika potongan kaki itu milik korban.
"Kita belum lihat adanya keterkaitan temuan kaki di Cakung dengan kaki korban yang hilang," kata Boy.
10 Juni lalu, Viktor menghilang dari rumahnya diΒ Jalan Raya Kuta Bumi Blok CD RT 04 RW 06 Kota Baru, Tangerang.
Saat itu, korban berpamitan ke istrinya Selvi Magdalena (24) untuk meeting dengan kliennya di Carrefour Pamulang. Namun, sejak saat itu, korban tidak kembali pulang.
Hingga pada 14 Juni, Darmapana mendapatkan pesan singkat yang berisi ancaman. Kepada Darmapana, seseorang meminta tebusan sebesar Rp 300 juta jika mau anaknya selamat. Sejak saat itu, Darmapana baru yakin jika anaknya diculik.
Namun, saat itu Darmapana tidak menggubris permintaan pelaku. Hingga pada 16 Juni, sebuah pesan singkat yang sama dari nomor berbeda, kembali meminta tebusan pada Darmapana.
Sehari setelah itu, tepatnya 17 Juni, Selvi baru melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. Namun, setelah 15 hari berlalu, korban tidak ditemukan.
Hingga pada Jumat 25 Juni sore, korban ditemukan di pinggir jalan tol di kawasan Karawang, Jawa Barat sudah dalam kondisi tewas. Kedua kaki korban, terpotong.
(mei/nwk)











































