Penuturan Korban Rusuh UMI:
Digebuki Saat di Dalam Kelas
Sabtu, 01 Mei 2004 21:36 WIB
Makassar - Meski telah dibalut dengan perban, nyeri di kepala Rahmat (24), mahasiswa Fakultas Teknologi Industri, belum jua reda. Bahkan ceceran darah dari kepalanya yang bocor masih berbekas di baju kaos yang ia kenakan. Rahmat bahkan masih mengingat betul, bagaimana sakitnya ketika kepalanya tiba-tiba dihantam rotan oleh polisi. "Dia (polisi, red) mau hantam kepala saya, tapi kenanya di kepala," kenang Rahmat, saat ditemui di RS Ibnu Zina, Jl. Urip Sumohardjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/5/2004). Padahal saat terjadi saling lempar batu antara aparat kepolisian dan mahasiswa, Rahmat tidak ikut-ikutan. Saat itu, ia berada dalam ruang kelas, sedang melakukan praktek. "Saya lagi di laboratorium, tiba-tiba saja polisi masuk dan memukul kepala saya," terang Rahmat. Sementara itu, Polo Padang (22), mahasiswa Fakultas Hukum, yang kena luka tembak pada bagian kepalanya, hingga sekarang masih shock dan trauma. Meski telah sadar, Polo Padang belum mampu berucap satu kata pun. "Ia masih dalam keadaan shock," ujar salah seorang perawat di RS Ibnu Zina, yang berada di depan kampus UMI. Meski belum mampu berucap satu katapun, Polo Padang terkadang mengerang pelan, sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sakit. Nampak pula, tangannya dipasangi selang infus. Beda dengan Polo, Abdul Rasinan, Mahasiswa Teknik, jurusan Sipil, yang terkena luka tembak bagian paha kirinya, sudah mampu berbincang-bincang dengan kawan-awannya meskipun masih dalam keadaan berbaring.
(zal/)











































