IMM: Sikap Polisi di Kampus UMI Makassar Nodai Reformasi

IMM: Sikap Polisi di Kampus UMI Makassar Nodai Reformasi

- detikNews
Sabtu, 01 Mei 2004 20:31 WIB
Jakarta - Kecaman terhadap tindakan polisi atas mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar terus bermunculan. Tindakan polisi itu dianggap menodai proses reformasi."Tugas polisi seharusnya mengamankan bukan lantas mencabik-cabik para mahasiswa yang tengah berunjuk rasa," ungkap Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Rofiq, kepada detikcom, Sabtu (1/5/2004).Ditegaskan Rofiq, IMM mengutuk kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap mahasiswa di kampus UMI Makassar. IMM menuntut peristiwa itu diusut tuntas dengan membawa para pelaku ke pengadilan."Kita juga mendesak Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Yusuf Manggabarani mundur dari jabatannya. Kapolda telah gagal membina anak buahnya menjadi aparat penegak hukum yang profesional," tegas Rofiq.Dikatakan Rofiq, apa yang terjadi di Kampus UMI Makassar dapat merusak suasana reformasi dan demokrasi saat ini. Polisi secara tidak langsung telah menebar teror bagai dunia kebebasan menyampaikan pendapat."Saya menangkap adanya rekayasa untuk membuat takut para mahasiswa dalam menyampaikan kebebasan pendapat. Ini sangat berbahaya bagi proses demokrasi yang tengah kita kembangkan saat ini. Mengejar, menangkap dan memukuli para mahasiswa di dalam kelas sungguh biadab," tutur Rofiq. (djo/)


Berita Terkait