Dalam pidato pembukaannya Djoko Kirmanto menegaskan bahwa Indonesia merasa sangat berkepentingan untuk mengaplikasikan kesepakatan-kesepakatan APMCHUD mengingat perkembangan kawasan perkotaan di Indonesia yang semakin pesat dan kompleks.
"Rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan dalam pertemuan APMCHUD ini akan sangat berguna untuk memandu kerjasama konkret untuk permukiman dan penataan kawasan perkotaan di kawasan Asia Pasifik," ujar Djoko Kirmanto pada pidato pembukaan APMCHUD III di Sunan Hotel, Solo, Selasa (22/6/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
APMCHUD adalah ajang pertemuan para pemangku kepentingan dalam bidang perumahan dan pembangunan perkotaan di kawasan Asia Pasifik yang digelar tiap dua tahun sekali. APMCHUD III di Solo ini adalah kelanjutan dari APMCHUD I di New Dehli, India, pada tahun 2006 dan APMCHUD II di Teheran, Iran, tahun 2008.
APMCHUD III di Solo akan digelar 22-24 Juni 2010 di Sunan Hotel, Solo. Tema besar yang diambil dalam pertemuan di Solo kali ini adalah 'Empowering community for sustainable urbanization' (pemberdayaan masyarakat untuk urbanisasi yang berkelanjutan). Seiring posisinya sebagai tuan rumah, Indonesia akan menggantikan Iran sebagai pimpinan APMCHUD untuk dua tahun ke depan.
Acara tersebut dihadiri 28 negara, 14 negara di antaranya dipimpin langsung oleh pejabat menteri yang membidangi permukiman perkotaan di negara masing-masing. Selain itu, juga akan dihadiri sekitar 400 undangan dari berbagai lembaga di 68 negara Asia Pasifik.
Salah satu hasil penting APMCHUD III nantinya adalah deklarasi kerjasama bagi peningkatan pemberdayaan pemangku kepentingan dalam bidang perumahan dan pembangunan perkotaan di kawasan Asia Pasifik. Deklarasi itu selanjutnya akan disebut sebagai deklarasi Solo.
(mbr/nwk)











































