Kapolri: Perubahan Kultur di Polri Tak Mudah, Resistensinya Tinggi

Kapolri: Perubahan Kultur di Polri Tak Mudah, Resistensinya Tinggi

- detikNews
Selasa, 22 Jun 2010 10:59 WIB
Kapolri: Perubahan Kultur di Polri Tak Mudah, Resistensinya Tinggi
Jakarta - Kinerja reformasi birokrasi Polri dinilai tidak berjalan karena masih banyak pungli maupun tindakan yang melukai perasaan masyarakat. Kendati reformasi terus dilakukan, namun mengubah kultur di tubuh Mabes Polri diakui tidak mudah karena resistensinya yang tinggi.

"Perubahan kultural tidak mudah, resistensinya sangat tinggi. Baik satuan bawah maupun tingkat atas," ujar Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dalam amanat yang dibacakan saat serah terima jabatan sejumlah Kapolda di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (22/6/2010).

Bambang juga mengatakan kalau butuh waktu memperbaiki aspek kultural di internal Polri. Selain itu tantangan terbesarnya adalah membangun kepercayaan masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengakui memang reformasi yang dijalankan belum berjalan menyeluruh. Masih ada beberapa pelanggaran. "Memang masih ada pelanggaran, namun tidak berarti reformasi tidak berjalan," jelasnya.

Meski banyak yang harus diperbaiki, Bambang mengatakan reformasi yang berjalan di tubuh Polri sudah cukup mendasar dan signifikan.

"Polri telah melakukan reformasi yang fundamental dan signifikan. Jadi tidak benar Polri tidak berubah, Polri terus melakukan perubahan. Catat dengan tebal dan stabilo merah," tegas Bambang.

(ddt/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini