Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Guido Westerwelle mengatakan, dirinya menyesalkan keputusan Israel tersebut. Sedangkan Menteri Pembangunan Jerman Dirk Niebel mencetuskan itu merupakan kesalahan diplomatik yang besar. Niebel tengah melakukan kunjungan selama empat hari ke Israel dan wilayah-wilayah Palestina.
Kementerian Pembangunan Jerman menyatakan, pihaknya telah melobi hingga menit-menit terakhir agar Niebel dibolehkan masuk ke Gaza. Namun tetap saja Israel menolaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor berdalih bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari kebijakan lama Israel terhadap Gaza.
"Kami tidak mengizinkan politikus-politikus senior masuk ke Gaza karena Hamas akan memanipulasi kunjungan tersebut untuk mendapatkan legitimasi," cetus Palmor seperti dilansir Reuters, Senin (21/6/2010).
Pemerintah Israel menerapkan blokade atas Gaza sejak kelompok Hamas merebut dan mengambil-alih wilayah tersebut dari Otoritas Palestina pada tahun 2007.
(ita/nrl)











































