"Saya sambut pernyataan KH Hilmi Aminuddin. Mari kita perkokoh koalisi. Tidak boleh ada rintangan batin satu pun," kata SBY saat memberi sambutan di hadapan sekitar 5.000 kader PKS dalam pembukaan Munas PKS II di Ballroom Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (17/6/2010).
SBY mengatakan, selama ini dirinya sering mendapatkan gangguan dalam memimpin koalisi baik periode 2004-2009 atau pun periode kedua kalinya ini. Namun demikian, SBY mengaku punya senjata untuk menanggulangi.
"Sebagai seorang presiden, kita sering sekali disalahkan. Kiri tidak benar, kanan apalagi. Kalau Pak Luthfi (Luthfi Hasan Ishaq, Presiden PKS) belum setahun sudah disalah-salahkan, kalau saya sudah 5 tahun setengah disalahkan," canda SBY disambut tawa.
"Tapi saya punya senjata rahasia. Apa itu? Jadi kita harus ikhlas dan sabar. Dalam Al Quran banyak desebutkan orang beriman itu harus ikhlas dan sabar," imbuh SBY.
Dalam kesempatan ini, SBY juga menceritakan komitmen PKS berkoalisi dengan dirinya, terutama pada saat-saat menghadapi krisis tahun 2008. Menurutnya, PKS tetap komitmen koalisi dengan dirinya, sehingga Indonesia bisa keluar dari krisis. Terakhir, SBY berharap bangsa Indonesia bisa adil dan sejahtera
"Kalau saya bicara tentang kesejahteraan dan keadilan, sepertinya saya berada di rumah yang tepat," kata SBY disambut tepuk tangan dan takbir kader PKS yang memenuhi ruangan.
Sebelumnya, dalam orasi politiknya, Ketua Dewan Syuro KH Hilmi Aminuddin menegaskan akan komitmen PKS untuk melakukan koalisi dengan SBY meskipun selama ini banyak rintangan. Menurut Hilmi, koalisi yang digagas akan terus kokoh sampai 2014.
"Ini adalah koalisi antara PKS dan Presiden SBY," ujarnya.
(Rez/irw)











































