PBNU Ucapkan Selamat Atas Duet SBY-Anas Lewat Iklan

PBNU Ucapkan Selamat Atas Duet SBY-Anas Lewat Iklan

- detikNews
Selasa, 15 Jun 2010 07:03 WIB
 PBNU Ucapkan Selamat Atas Duet SBY-Anas Lewat Iklan
Jakarta - Hiruk pikuk pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) lewat Kongres II yang berlangsung di Bandung telah usai. Kongres II ini pun telah menghasilkan kepemimpinan duet SBY-Anas sebagai nahkoda PD 5 tahun mendatang.

Nahdlatul Ulama (NU), organisasi massa Islam terbesar di Indonesia mengucapkan selamat atas terpilihnya duet SBY-Anas dalam sebuah iklan. Padahal PBNU sebelumnya jarang melakukan hal itu, bahkan nyaris tidak pernah. Apakah sikap PBNU ini mencederai khittah?

Ucapan selamat PBNU atas duet SBY-Anas ini dimuat di Majalah Tempo Edisi 14-20 Juni 2010. Dalam iklan yang berukuran satu halaman penuh dengan background warna hijau ini, tertulis 'Keluarga Besar PBNU mengucapkan selamat atas terpilihnya secara demokratis.'

"Bapak Dr H Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai Ketua Dewan Pembina Pimpinan Pusat Partai Demokrat 2010-2015. Bapak H Anas Urbaningrum, sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat 2010-2015,".

Tampak dalam iklan itu, Ketua Dewan Penasihat Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang melambaikan tangan dan Anas Urbaningrum sedang tersenyum. Keduanya pun mengenakan seragam kebesaran PD yang berwarna biru langit.

Sementara dibagian bawah iklan tersebut terdapat foto Pimpinan PBNU yakni Rais Aam PBNU NU KH Sahal Mahfudz dan Ketua Umum Tanfidziah PBNU KH Said Agil Siraj. Namun dalam iklan tersebut, jabatan kedua tokoh PBNU tersebut ditulis salah, yakni Ketua Syuriah untuk Mbah Sahal dan Ketua Tanfidziyah untuk Said Aqil.

Tentang terpilihnya duet SBY-Anas ini, PBNU sebelumnya juga telah menyatakan selamat lewat situs resmi PBNU, NU-Online pada 26 Mei 2010. Dalam situs tersebut, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menyatakan kegembiraannya atas terpilihnya Anas Urbaningrum sebagai Ketum Partai Demokrat.

Jika dilihat dari latar belakang Anas, pria kelahiran Blitar, Jawa Timur ini memang dilahirkan dari keluarga NU. Apalagi, istri Anas adalah cucu mantan Rais Aam PBNU dan pendiri Pesantren Ali Maksum, Krapyak, Yogyakarta, KH Ali Maksum.

Apakah iklan ini menunjukkan PBNU saat ini tidak netral lagi, atau memang kebiasaan PBNU selalu mengucapkan selamat atas pimpinan parpol yang baru terpilih lewat Kongres, Munas atau Muktamar?
(anw/yid)


Berita Terkait