Mug-mug itu dihancurkan oleh toko souvenir gedung Parlemen Australia karena adanya kesalahan penulisan nama Obama. Pada mug tersebut tertulis Barrack Obama bukannya Barack Obama.
Menurut seorang pejabat pemerintah Australia yang enggan disebutkan namanya, kesalahan itu dilakukan oleh seorang pejabat yang telah memesan mug-mug itu dari seorang produsen. Mug tersebut dipesan untuk menyambut kunjungan Obama ke Australia yang tadinya dijadwalkan pada bulan ini namun telah dibatalkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (Obama) merupakan kepala negara yang sangat penting. Kami sangat bangga menyambut orang-orang seperti Presiden Obama," kata Thompson.
Obama telah dua kali membatalkan rencana kunjungannya ke Australia juga Indonesia tahun ini. Pembatalan pertama terjadi pada Maret lalu karena Obama harus menyelesaikan upaya reformasi UU Kesehatan AS.
Obama kembali membatalkan kunjungan ke Australia dan Indonesia bulan ini dikarenakan krisis tumpahan minyak di Teluk Meksiko.
(ita/nrl)











































