Kisah Pencabulan Lain di Angkutan Umum

Kisah Pencabulan Lain di Angkutan Umum

- detikNews
Senin, 07 Jun 2010 11:57 WIB
Jakarta - Foni berani melaporkan upaya pencabulan terhadap dirinya di Bus TransJakarta ke polisi. Ternyata, banyak korban lain yang mengalami nasib serupa namun lebih memilih berdiam diri. Berikut beberapa kisahnya.

Pembaca detikcom bernama Brigitta Ratna tahun lalu pernah dilecehkan oleh penderita exibitionism dua kali di angkot 37 jurusan Pulogadung-Senen. Pelaku naik dari halte Flyover (seberang IBI). Saat itu, Brigitta seorang diri di dalam angkot.

"Saya duduk di belakang, di deretan dekat pintu keluar. Pelaku naik dan duduk di depan saya. Saat macet di putaran Honda (menuju samping ITC Cempaka Mas), saya mendengar suara orang mendesah. Saat saya lihat, ternyata pelaku sedang melakukan onani (bahkan celananya pun dibuka)," jelasnya kepada detikcom lewat pesan tertulis, Senin (7/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah tertangkap basah, pria tersebut tidak meminta maaf, namun malah berujar 'ayo dong'. Setelah itu, Brigitta pun pindah duduk ke samping sopir. Tak lama kemudian, sang pelaku turun di ITC Cempaka Mas.

Kejadian itu rupanya berulang beberapa hari kemudian. Si pelaku naik lagi, sementara Brigitta duduk di bagian belakang.

"Dan dia duduk di samping saya. Waktu itu di angkot masih ada 4 penumpang lain selain saya. Pelaku memakai topi. Kemudian dia meletakkan topinya di bawah - untuk menutupi perbuatannya. Saya melirik, dan dia pun melihat saya. Dia memasukkan tangannya ke dalam celana kemudian menciuminya, sambil melirik genit ke saya," paparnya.

Brigitta pura-pura tidak melihat perbuatan pria mesum itu. Saat angkot tersebut ngetem, ia pun pindah tempat duduk dan mengatakan perbuatan pria tersebut ke seorang tukang parkir.

"Lalu bilang ke tukang parkir ngetemnya bahwa ada orang sakit jiwa di angkot. Tukang parkir melongok ke dalam angkot dan saya lihat pelaku pindah tempat duduk ke belakang sopir," jelasnya.

Brigitta menyatakan, berdasar yang dia pelajari, orang seperti itu memang mengalami kelainan seksual. Dia membagi trik yang diramunya berdasar obrolan dengan teman-temannya. Tips itu adalah diam saja. Segera turun/pindah tempat duduk ke tempat yang jauh dari pelaku. "Jangan teriak. Pelaku justru merasa puas dengan teriakan korban," katanya. Tips lainnya meminta pria untuk membentak pelaku atau mengejek 'senjata' pelaku.
Β 
Peristiwa nyaris serupa dialami Khairani Syafitri. Saat menempuh perjalanan dari Depok ke Grogol, ia pernah mendapatkan pelecehan seksual dari penumpang pria. Alat kelamin pria tersebut digesek-gesekkan ke tangan Khairani.

"Ketika itu saya mendapat tempat duduk, namun seorang pria yang sedang berdiri ternyata menggesek-gesekkan alat kelaminnya ke tangan saya. Saya segera minta Bapak yang duduk di samping saya untuk pindah tempat duduk. Untungnya Bapak itu mau bertukar tempat duduk," ceritanya.
(mad/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads