Ribuan Warga Yogya Blokir Titik Nol Kilometer

Demo Dukung Palestina

Ribuan Warga Yogya Blokir Titik Nol Kilometer

- detikNews
Jumat, 04 Jun 2010 15:48 WIB
Jakarta - Ribuan umat Islam di Yogyakarta memblokir jalan di titik nol kilometer. Mereka menuntut Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu bertanggungjawab dalam tragedi penyerangan Kapal Mavi Marmara.

Aksi itu merupakan aksi gabungan berbagai ormas umat Islam di Yogyakarta. Aksi itu diantaranya diikuti Forum Umat Islam (FUI) DIY, Forum Silaturahmi Remaja Masjid Yogyakarta (FSRMY), Sahabat Al Aqsa, Mer-C, Majelis Mujahidin, KAMMI, PPP, PKS, Front Jihad Islam (FJI), Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Aksi yang dipusatkan di titik nol kilometer Yogyakarta atau di kawasan simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta dimulai pukul 13.30 WIB. Mereka datang secara bergelombang dengan menggunakan sepeda motor, bis carteran dan kendaraan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tempat itu massa terbagi dua kelompok. Aksi bersama bertema 'Dari Jogja untuk Palestina, Selamatkan Palestina, Selamatkan Kemanusiaan' membuat panggung orasi di sisi timur atau di depan Monumen SO 1 Maret. Sedang massa Muhammadiyah menggelar orasi di tengah-tengah simpang empat Kantor Pos Besar.

Karena massa yang datang semakin banyak hingga memenuhi plaza bagian barat di depan Gedung Agung Yogyakarta, aparat Poltabes Yogyakarta terpaksa menutup kawasan tersebut. Semua kendaraan dari arah Malioboro dan Pasar Beringharjo dialihkan melewati Jalan Reksobayan. Demikian pula semua jalan menuju titik nol kilometer atau di simpang empat Kantor Pos Besar juga ditutup.

Berbagai poster, spanduk, bendera partai dan organisasi lainnya juga dibawa selama aksi berlangsung. Sebagian peserta aksi putri membagi-bagikan bunga kertas bertuliskan 'Save Palestine'. Sedangkan peserta pria ada yang mengedarkan kantong atau kotak sumbangan untuk membantu rakyat Palestina. Gema
takbir "Allahu Akbar" berkali-kali dikumandangkan oleh peserta aksi sambil mengepalkan tangan kanan.

Orasi dilakukan secara bergantian dari berbagai elemen. Semua peserta aksi menyerukan agar rakyat dan pemerintah Indonesia terus mendukung perjuangan rakyat Palestina dengan memberikan berbagai bantuan kemanusiaan. Sebab blokade yang dilakukan Israel di wilayah Gaza mengakibatkan rakyat Palestina semakin menderita terutama pangan dan obat-obatan.

Juru bicara aksi, Ardiyanto kepada wartawan disela-sela aksi mengatakan pihaknya menuntut Israel untuk segera membuka blokade di Gaza serta meminta pertanggungjawaban PM Israel atas tragedi misi Freedom Flotilla. Menuntut PBB agar berani memberikan sanksi tegas terhadap Israel. "Israel harus diadili International Criminal Court," katanya. (bgs/gun)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads