Hasyim Muzadi: Pemerintah Jangan Cuma Mengutuk

Tragedi Freedom Flotilla

Hasyim Muzadi: Pemerintah Jangan Cuma Mengutuk

- detikNews
Kamis, 03 Jun 2010 20:29 WIB
Jakarta - Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Hasyim Muzadi mengatakan, pemerintah Indonesia seharusnya tidak hanya mengutuk serangan Israel terhadap para relawan kemanusiaan. Namun juga turut ambil bagian melalui diplomasi.

"Tidak cukup mengutuk dong. Pemerintah kita kan terkenal sangat punya akses kepada Amerika Serikat," kata Hasyim Muzadi di sela-sela pertemuan tokoh dan ulamaΒ  menyikapi berbagai isu internasional, di Sekretariat ICIS, Jl Dempo 5A, Matraman, Jakarta, Kamis (3/6/2010).

Menurut Hasyim, pemerintah Indonesia selama ini dikenal punya pengaruh kuat pada percaturan dunia. Karena itu, kini adalah saat yang tepat untuk menggunakan pengaruh kuat tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Katanya sangat baik dan sangat loyal, ya dipakailah sangat baik dan sangat loyalnya itu untuk memberikan tekanan-tekanan kepada Israel," tegasnya.

Pemerintah, lanjut mantan Ketua Umum PBNU ini, sebaiknya juga mendorong negara-negara yang memiliki hubungan diplomasi dengan Israel untuk berpikir ulang, apakah hubungan diplomasi dengan negara ini masih perlu dilanjutkan.

"Pengaruh Israel ke seluruh dunia kan sudah merata, bisa budaya, ekonomi, intelijen. Dunia harusnya berpikir apa perlu semua dilakukan," jelasnya lagi.

Pada kesempatan tersebut, Presiden World Conference on Relegions for Peace (WCRP) ini juga mengaku pernah berbicara dengan Duta Besar Israel untuk Singapura, David Danielle, terkait aksi-aksi Israel di Palestina. Pertemuan itu sebelum serangan terhadap rombongan kapal misi kemanusiaan Freedom Flotilla yang berupaya menembus blokade Gaza.

Namun, menurut Hasyim, jawaban David Danielle sangat tak memuaskan. "Lalu saya katakan selama Israel berbuat begini terus, dia mungkin akan menang tapi tidak akan tenang," tandasnya.

Lebih lanjut, Hasyim mengatakan, kunci keberhasilan bangsa Palestina agar segera merdeka, ada pada mereka sendiri. Hal ini juga telah disampaikan ICIS kepada pihak Fatah dan Hamas.

"Saya bertemu langsung dengan Komandan Markas Biro Politik Hamas Cholid Meshaal untuk menyampaikan itu," imbuhnya.

Kepada negara-negara Islam di sekitar Palestina yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, Hasyim mengatakan, ICIS telah mengingatkan perlunya kesadaran dan pemikiran ulang karena niat baik diplomatik selalu disalahgunakan Israel.

Sementara itu, sejumlah tokoh nasional hadir pada pertemuan yang membahas sikap ICIS terhadap isu internasional ini. Di antaranya Mantan Presiden RI Jusuf Kalla, Mantan Menlu Hasan Wirayudha, Quraish Shihab, Khofifah Indar Parawansa, Mahfud MD, KH Tholhah Hasan, KH Maimun Zubair, KH Muchit Muzadi, Ari Ginanjar, AS Hikam, Wahid Maktub, Endang Turmudzi, Nasihin Hasan, Anas Thahir, Syaiful Bahri Anshori.

(zal/lrn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads