"Tigabelas pansel tidak bisa disuntik pemerintah. Nggak tahu kalau ketuanya karena dari menteri. Tapi yang dua belas orang tidak bisa disuntik. Kita orang merdeka," kata Syafii yang juga mantan Ketua PP Muhammadiyah, usai memberikan simposiun Nasional Demokrat di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Selasa (1/6/2010).
Saat ini, imbuhnya, terdapat lebih dari limapuluh orang yang mendaftar untuk menjadi orang nomor satu di Komisi Pemberantasan Korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak tahu. Mungkin ada saja pengacara belang," guyonnya sambil tertawa.
Meski didominasi pengacara, pihaknya belum menentukan apakah kursi ketua komisi nanti akan diduduki oleh orang yang berlatar belakang profesi pengacara.
"Belum bisa dilihat. Kita cari yang agak gila," katanya.
Kriteria yang dimaksudnya tersebut adalah orang yang memiliki rekam jejak bersih, siap mati, dan patriotis.
"Orang partai tidak boleh masuk. Undang-undang menyatakan itu," tegasnya.
(ahy/ndr)











































