"Kapolres Jakarta Barat telah melakukan pertemuan dengan tokoh kedua belah pihak baik di Tangerang maupun di Kosambi, Jakarta Barat. Termasuk juga dari Forkabi diundang juga," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (31/5/2010).
Boy mengungkapkan, pihaknya sendiri tidak menjustifikasi organisasi massa (ormas) tertentu dalam kerusuhan tersebut. Polisi hanya akan menindaklanjuti kasus tersebut dengan melihat faktor objektivitas dan subjektivitasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boy mengatakan, dengan pertemuan ini masyarakat diharapkan tidak terpancing dengan provokasi yang bisa menimbulkan emosional.
"Diimbau agar masyarakat tetap berkepala dingin, tidak emosional, mohon diselesaikan secara damai," imbuhnya.
Boy juga meminta kedua belah pihak agar mempercayakan penyelesaian kasus amuk massa tersebut kepada aparat kepolisian. "Percayakan kepada polisi," katanya.
Lebih lanjut Boy mengatakan, situasi di Duri Kosambi, Jakarta Barat dan Cipondoh Tangerang telah kondusif. Namun, sejumlah aparat kepolisian masih berjaga-jaga di lokasi guna mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan.
"Petugas masih berjaga-jaga di sana," lanjutnya.
Polisi juga terus melakukan penyidikan dalam bentrokan tersebut. "Polres dan Polda masih berlangsung sehingga masalah dan pelakunya jelas," tukasnya.
Sejauh ini polisi telah memeriksa 6 saksi dalam kasus tersebut. "Belum ada tersangka," tutupnya.
(mei/lrn)











































