"Sudah pulang, tadi malam bersama ibunya," kata Kak Seto dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (29/5/2010).
Kak Seto mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memberikan perhatian kepada Al dan keluarganya. Dengan pemberian lingkungan baru, diharapkan Al dapat meninggalkan kebiasaan merokok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kak Seto menilai, faktor lingkungan sangat berperan mempengaruhi kebiasaan Al. Biasanya, hal itu karena sang anak kurang mendapat pengawasan dan perhatian dari orang tua.
Komnas Perlindungan Anak juga pernah mendapat laporan terkait kasus serupa. Sebelumnya sebut saja SW, seorang anak yang memiliki kegemaran merokok dan berkata kotor. Namun, bocah yang tinggal di Malang, Jawa Timur itu sudah dinyatakan sembuh setelah mendapat terapi dari dokter dan psikolog.
Selain SW, ada juga Al, bocah 2,5 tahun asal Musibanyuasin, Sumsel. Al juga sangat suka merokok, bahkan dalam sehari, Al bisa menghabiskan 40 batang rokok.
Jumat, (28/5) kemarin Al dibawa ke Jakarta dan mendapat penanganan Komnas PA. Diharapkan, Al dapat sembuh seperti SW.
(ape/ape)











































